Photobucket
She don't got a lot to say, but there's smthg about her.

*LADY-A!
Hiyaa there, everyone!
My name is Marsha, but people always call me Acha. Hence, my name is Lady A. *i know, i know.
I am currently 19, meaning I am enjoying my last year of ages '1-something'. I am a dreamy, random girl; a fusion between mature and childish who cannot stop thinking. I love a lot of things, now watch me rock my world *and probably yours as well.
-Follow me on Twitter! @marshaimaniara

to see the old archives, click the title 'i am riding marsha-go-round'

Please visit my online thrift-shop! :D
Photobucket


Photobucket
Happiness, is having a scratch for every itch.

your doodle.

Photobucket
Time changes everything, even you and I have changed.

My friends
Amanda DW. Atalya. Cantika. Chin-chin. Devina. Gisela. Jessica K. Lydia. Metta. Monik. Yosi. Zee.

Love this
Amandawxr. Elle&Jess Yamada. Jesslovesfred. Neil Slorance.



Template by Elle @ satellit-e.bs.com
Banners: reviviscent
Others: (1 | 2)


“i am riding marsha-go-round”
October 2008 November 2008 December 2008 January 2009 February 2009 March 2009 April 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 September 2009 October 2009 November 2009 December 2009 January 2010 February 2010 March 2010 April 2010 May 2010 August 2010 October 2010 November 2010 December 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011

may 11th, 2010
14.5.10 || 5:32:00 AM

may 11th, 2010
the BEST day of my life so faar. :DD


well, to start the day with, i went to school in the morning to book a place for my class' dance practice. when i was lookin around, i suddenly got a phonecall from an unknown number. it was from a girl named lisa, said she was from MS Tri 104.2 FM radio and wanted to interview me on air because of my rank for national exams. i kinda got into shock *overreacting hhe* cos, man, how on earth did she know anyway??

so well, after a few instructions, she hung up the phone and said to be calling on again in 2 or so mins. her friends will interview me on air by phone. and soo.. i was interviewed. they asked me about my scores, what motivated me, how i got the score, where i was heading for college, etc. it was only for about.. idk. maybe, 4-5 mins?? hhas yeaa.

then.. the day went on with somethin sooo good it turned the day into the best day in my life so far. : p but sorry, cant spill here, you guys. just.. it made me terribly happy. though i also got a rather.. what, can't say shockin cos i already got a premonition that it'd happen but.. well, let's just call it rather shockin news for the sake of practicality. : p OKAY. back to track. though i also got a rather shockin news, i managed to stay calm and strong. and made it throughout the day, memorizing everythin i had that day with - . ((;

THANKS THANKS THANKS for may 11th, 2010 , - !! thanks, God. ((;

Labels: , ,


updates
9.5.10 || 4:03:00 PM

okaaaay. been a while since the last time i give you updates on me. hhas
just bcos i got nothin else to do, i'll write some here. *winkk

the best news is.... i passed high school! whoopee! :DD
the announcement was on april 26th and thank God, my grade passed 100%! yaaaay :DD another good news, thank God, i managed to rank first for the national exams in my school. huaaaaaa thank thank thank thankkkkk GOD. HE is truly my rock, my way, my salvation. ((:

and.. the yearbook the committee (inc me) was working on is now on production. sooo.. bye bye crazy works : p

it's a totally super long holiday i'm facing now - not that i complain (yet) hhas. thankfully, i still have things to do. i now get super long free period to practice dancing and piano aaaall i want. also super long free time to write essays or poems, watch DVDs, texting.. hhas AND. the dancing practice for prom performance wif my class ((;

what else do i need to update...? mmm, well no idea for now. just kinda dying of boredom here. and i feel sooo lame for it's damn hot today. hhas running out of DVD supply. need some help!! : p

okaay. ciao for now. ((; godbless people, takecare..

Labels:


teori saya
4.5.10 || 8:16:00 PM

teori saya

Saya punya sebuah teori.

Ketika seorang asing datang dan mengetuk pintu rumahmu, pertama-tama kamu mungkin akan merasa takut membukakannya pintu. Tetapi melihat senyumnya yang ramah dan pribadinya yang sepertinya menyenangkan, kamu memberanikan diri. Ragu-ragu kamu membuka pintu dan mempersilakannya masuk ke dalam rumahmu.

Ruang tamu menjadi perhentian pertama kalian. Dia membuka beberapa topik basa-basi sampai suasana perlahan mencair. Kamu mulai bisa tertawa lepas, sedikit santai menikmati keberadaannya. Sandaranmu di punggung sofa mulai rileks, matamu berani menatapnya kini. Kalian terus tertawa, bercanda, membicarakan hal-hal yang biasa dibicarakan orang yang baru berkenalan.

Lalu pertanyaan-pertanyaan mulai datang. Kalian tak kuasa terseret magnet rasa ingin tahu akan pribadi masing-masing. Seiring setiap pertanyaan yang terjawab, terbuka pertanyaan lain yang lebih dalam. Kalian semakin mengenal. Kamu mulai berani menghilangkan cap ‘orang asing’ pada dirinya. Kalian mulai menjadi teman.

Ketika itu pula, rasa takut mulai menyelusupi hatimu. Kamu ragu apakah ini hal yang bijaksana untuk dilakukan. Bagaimanapun juga, sebelumnya dia adalah orang yang asing. Bahkan mungkin, orang terakhir yang pernah terpikir olehmu untuk bisa menjadi sedekat itu. Kamu bisa menuliskan belasan bahkan puluhan halaman tentang kebiasaan-kebiasaan kecilnya. Sesuatu yang mungkin tak banyak orang memperhatikannya. Tetapi kamu mencoba membuang rasa khawatirmu dan menikmati saja proses yang terjadi. Kamu mengabaikan tanda tanya besar yang mulai terbentuk di hatimu.

Kalian semakin mengenal. Keberanianmu muncul. Kesempatan dan perkenalan ini mungkin saja hanya sekali dan tak berlangsung lama. Kamu pun nekad mengajaknya memasuki rumahmu lebih dalam lagi. Ruang keluarga adalah perhentian kedua kalian.

Lebih banyak hal terjadi. Bukan hanya mengobrol biasa, kalian saling mencari tahu lebih banyak lagi. Bahkan mungkin lebih banyak dari yang pernah kamu buka kepada orang lain. Kamu mulai mempercayainya. Meski kamu mencoba menjaga hatimu, kamu mulai kehilangan kendalimu atasnya.

Dia membuatmu tertawa, berpikir, merenung, bercerita, melakukan hal-hal bodoh, ingat dengan baik kapan waktu makan-mandi-tidur. Dia menjagamu waktu kamu sakit, menghiburmu waktu kamu sedih, bosan, gelisah ataupun takut. Dan begitu juga yang kamu lakukan padanya. Kalian berjalan-jalan bersama, hanya berdua dan sungguh tak ada orang lain yang tahu.

Tetapi, ada masanya juga dia membuat kamu menangis (meskipun akhirnya dia berkata, dia tak tahan mendengarmu menangis dan meminta maaf). Ketika waktu tidur tiba, kamu bahkan tak bisa terlelap karena memikirkan tanda tanya yang semakin besar di hatimu – ditambah perilakunya yang kadang aneh dan tak bisa ditebak.

Beberapa kali, kamu mencoba membulatkan hati untuk mengusirnya pulang. Dia harus kembali ke tempatnya berasal. Ke tempat kalian masing-masing seharusnya berada. Karena kamu menganggap ini semua pastilah cuma mimpi, kehidupan orang lain yang kamu pinjam untuk beberapa saat saja.

Tetapi kamu tak bisa. Kamu meminta maaf, dia meminta maaf. Kamu berjanji, dia berjanji. Kalian memperbaiki diri. Kalian berpura-pura tak ada yang terjadi. Kalian belajar tentang satu sama lain, apa yang harus dilakukan. Kamu tidak berani mengakui ada rasa sayang yang sepertinya mulai muncul. Kamu tidak mau. Kamu tidak sanggup.

Kamu masih yakin, akan ada masa di mana dia pasti meninggalkan kamu. Dan kamu tak mau hatimu harus hancur lagi karenanya. Jadi kamu membentengi dirimu dan bertahan di tingkat aman. Zona abu-abu. Keberadaannya di rumahmu adalah suatu rahasia yang seorangpun tak boleh tahu. (Bukan berarti kamu tidak serasa mau meledak karenanya.).

Tetapi hari itu tiba juga. Setelah berhari-hari ada perasaan aneh yang bergelung di perutmu, di hatimu, firasat itu telak menghantammu. Entah bagaimana kamu tahu tiba saatnya dia pergi dari rumahmu. Padahal, di saat yang bersamaan kamu pun harus pindah rumah. Sepertinya nasib sengaja bermain-main dengan kalian, mempersatukan dua orang asing di saat-saat rawan dan singkat. Tak bisa tidak sampai mau tak mau muncul rasa terikat. Kenapa harus pintu rumahmu yang dia ketuk? Tetapi kamu masih saja tersenyum meskipun ketakutanmu semakin memuncak.

Kamu takut. Kamu tak mau dia pergi. Kamu tak mau pergi. Kamu takut semua hilang dimakan jarak dan waktu. Kamu takut melupakan. Kamu takut dilupakan. Kamu takut tak sempat mengungkapkan. Tapi kamu juga takut untuk mengungkapkan. Toh dia belum tentu memikirkan yang kamu pikirkan. Jangan-jangan nanti semua malah hilang sungguhan. Lagipula akan ada yang lain yang tersakiti.

Jadi, kamu memilih untuk tetap diam. Menunggu saja dan berpura-pura bodoh, seakan tak ada yang akan terjadi. Tapi sampai kapan? Akankah sampai semuanya terlambat?


… Bagaimana, sejauh ini teori saya benar kan?

Labels: ,