Photobucket
She don't got a lot to say, but there's smthg about her.

*LADY-A!
Hiyaa there, everyone!
My name is Marsha, but people always call me Acha. Hence, my name is Lady A. *i know, i know.
I am currently 19, meaning I am enjoying my last year of ages '1-something'. I am a dreamy, random girl; a fusion between mature and childish who cannot stop thinking. I love a lot of things, now watch me rock my world *and probably yours as well.
-Follow me on Twitter! @marshaimaniara

to see the old archives, click the title 'i am riding marsha-go-round'

Please visit my online thrift-shop! :D
Photobucket


Photobucket
Happiness, is having a scratch for every itch.

your doodle.

Photobucket
Time changes everything, even you and I have changed.

My friends
Amanda DW. Atalya. Cantika. Chin-chin. Devina. Gisela. Jessica K. Lydia. Metta. Monik. Yosi. Zee.

Love this
Amandawxr. Elle&Jess Yamada. Jesslovesfred. Neil Slorance.



Template by Elle @ satellit-e.bs.com
Banners: reviviscent
Others: (1 | 2)


“i am riding marsha-go-round”
October 2008 November 2008 December 2008 January 2009 February 2009 March 2009 April 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 September 2009 October 2009 November 2009 December 2009 January 2010 February 2010 March 2010 April 2010 May 2010 August 2010 October 2010 November 2010 December 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011

Aida
11.1.09 || 4:09:00 PM

Meester van Hende : Ah, Aida! Merana hatiku karena cinta.

Aida Wikrama : Tuan, bagaimana gerangan cinta membikin hati merana?

Meester van Hende : Ya, karena cintaku bertemankan cemburu. Bertemankan iri.

Aida Wikrama : Mengapa demikian, Tuan?

Meester van Hende : (mencengkeram pagar balkon erat-erat, diam sejenak)
Karena cintaku tahu takkan sampailah ia di tujuan.

Aida Wikrama : Puan tak mengerti.

Meester van Hende : (menghela napas)
Pada mentari aku iri.
Sinarnya bebas membelai kulitnya yang langsat.
Pada angin, aku cemburu.
Ditelusupinya helai-helai rambut yang lama kurindu.
Pada udara panas, aku marah.
Dipeluknya mesra lekuk tubuh gadisku.
Mereka bebas bermain di hidupnya, mencinta dan dicintanya.
Sementara aku tak bisa menjangkaunya.

Aida Wikrama : (terdiam) Sungguh wanita bernasib baik, mendapat cinta laki-laki
seperti Tuan. Cinta yang begitu besar dan indah.

Meester van Hende : (tertawa pahit) Begitukah, Aida?

Aida Wikrama : Ya, Tuan. (menatap mata Meester van Hende dalam)

Meester van Hende : (berdiam diri, berpaling, menatap kejauhan)

Aida Wikrama : (tercekat, takut-takut) Tuan, Puan telah lancang.

Meester van Hende : Tidak, Aida. Aku berterima kasih untuk penghiburanmu.
Pergilah, Aida. Aku ingin sendiri. Pun suamimu pasti tengah
kelimpungan mencarimu.

Aida Wikrama : (membungkuk dalam) Matahari memang sudah tenggelam, Tuan.
Maafkan Puan, Puan permisi. (mundur keluar ruangan)

Meester van Hende : (menatap langit yang bersemburat jingga merah muda)
Aida, akankah kau mengerti, wanita yang kausebut bernasib baik
itu adalah kamu?

Labels: